RUANG TOMOHON – Tanpa kepastian kebijakan EV, para pengusaha khawatir pertumbuhan pasar kendaraan listrik akan melambat dan mengganggu perkembangan industri otomotif nasional yang sedang bergerak menuju teknologi ramah lingkungan.
Selain itu, minat beli masyarakat masih tergolong rendah karena infrastruktur pengisian daya yang belum merata. Jadi, pengusaha membutuhkan insentif yang lebih konkret agar harga jual EV bisa lebih kompetitif di pasar otomotif nasional.
Tantangan Infrastruktur dan Skema Insentif
Pemerintah sebenarnya telah menjanjikan berbagai kemudahan bagi pengguna mobil dan motor listrik. Namun, implementasi di lapangan seringkali menemui kendala birokrasi yang cukup rumit. Meskipun demikian, para pengusaha tetap mendukung penuh target pemerintah menuju transportasi rendah emisi.
Oleh sebab itu, transparansi mengenai jangka waktu berlakunya subsidi sangat krusial bagi perencanaan bisnis jangka panjang. Langkah ini juga bertujuan agar para investor merasa aman saat membangun jaringan purnajual di daerah.
![]()
BACA JUGA:Pemkot Tomohon Tekankan Hal Penting pada Apel Awal Bulan
Harapan Keberlanjutan Program EV
Setelah evaluasi kebijakan berjalan, pengusaha ingin adanya kepastian mengenai standar keamanan baterai. Hal ini sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk kendaraan listrik lokal. Jadi, kerja sama antara produsen dan pemerintah harus semakin erat demi mencapai target net zero emission.
Langkah selanjutnya adalah mempercepat pembangunan SPKLU di lokasi-lokasi strategis. Dengan demikian, kekhawatiran masyarakat mengenai jarak tempuh kendaraan listrik dapat segera teratasi. Pada akhirnya, kepastian kebijakan akan menjadi kunci utama kesuksesan transisi energi di sektor transportasi Indonesia.





