TOMOHON – Pemerintah Kota Tomohon resmi menggelar workshop bertema Zero Waste Lifestyle atau gaya hidup tanpa sampah bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal. Langkah edukatif ini bertujuan untuk mengurangi volume sampah plastik yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) setiap harinya. Oleh karena itu, pelatihan ini menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan di Kota Bunga.
Pemerintah kota menyadari bahwa penanganan sampah tidak cukup hanya melalui pengangkutan, tetapi harus mulai dari pengurangan di sumbernya. Hasilnya, ratusan peserta kini mulai mempelajari teknik pemilahan sampah organik dan anorganik secara praktis dan efektif.
Transformasi Perilaku dan Pengelolaan Sampah Mandiri
Narasumber dalam workshop ini menekankan pentingnya prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) dalam kehidupan rumah tangga. Selain itu, para peserta juga mendapatkan pelatihan langsung mengenai cara mengubah sampah dapur menjadi pupuk kompos yang bernilai ekonomis. Dengan demikian, masyarakat tidak lagi memandang sampah sebagai beban, melainkan sebagai sumber daya yang bisa mereka manfaatkan kembali.
Pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga memperkenalkan sistem bank sampah digital untuk memudahkan warga dalam menyetorkan sampah plastik mereka. Oleh sebab itu, digitalisasi manajemen sampah ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi generasi muda dalam menjaga kebersihan kota. Langkah ini bertujuan agar Tomohon tetap menjadi destinasi wisata yang bersih, sehat, dan nyaman bagi semua orang.
“Kami ingin mengubah pola pikir masyarakat dari ‘buang sampah’ menjadi ‘kelola sampah’. Sebab, lingkungan yang bersih adalah warisan paling berharga untuk anak cucu kita nanti,” ujar perwakilan penyelenggara workshop.
Baca Juga:PLN Suluttenggo Prioritaskan Keselamatan Kerja

Mendorong Sektor Bisnis Ramah Lingkungan
Selain menyasar rumah tangga, workshop ini juga melibatkan para pemilik kafe dan restoran di wilayah Tomohon. Bahkan, pemerintah mendorong para pengusaha untuk mulai meninggalkan penggunaan sedotan plastik dan kantong belanja sekali pakai. Oleh karena itu, pemberian insentif berupa label “Bisnis Hijau” akan menjadi bentuk apresiasi bagi mereka yang sukses menerapkan konsep zero waste.
Dukungan dari komunitas lingkungan setempat semakin memperkuat gaung gerakan ini di media sosial. Dengan begitu, edukasi mengenai gaya hidup minim sampah dapat menjangkau audiens yang lebih luas secara cepat dan masif. Sinergi antara kebijakan pemerintah dan kesadaran warga menjadi kunci utama keberhasilan program lingkungan ini di lapangan.
Komitmen Menuju Tomohon Bebas Sampah
Pada akhirnya, workshop Zero Waste Lifestyle ini akan menjadi katalisator bagi terciptanya budaya bersih yang berkelanjutan di Tomohon. Hasilnya, beban operasional pengelolaan sampah daerah dapat berkurang secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Pada akhirnya, keindahan alam Tomohon akan tetap terjaga berkat kepedulian masyarakatnya yang luar biasa.
Pemerintah berjanji akan terus mendampingi komunitas-komunitas penggiat sampah agar inovasi pengelolaan limbah terus berkembang. Sebab, konsistensi adalah hal yang paling kita butuhkan untuk menciptakan perubahan lingkungan yang nyata dan berdampak luas.





