TOMOHON – Pemerintah Kota Tomohon mempertegas komitmennya untuk menerapkan pola hidup tanpa sampah atau Zero Waste di seluruh lapisan masyarakat. Langkah strategis ini bertujuan untuk mengurangi beban pembuangan akhir serta menjaga kelestarian lingkungan sebagai kota wisata yang sejuk. Oleh karena itu, pemerintah setempat mulai memberlakukan aturan ketat terkait pembatasan penggunaan plastik sekali pakai di pusat perbelanjaan dan pasar tradisional.
Pihak wali kota menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada perubahan perilaku kolektif masyarakat dalam mengelola limbah. Hasilnya, kampanye pemilahan sampah dari rumah tangga kini menjadi gerakan masif di tingkat kelurahan hingga lingkungan.
Inovasi Pengolahan Sampah Organik
Pemerintah Kota Tomohon mendorong setiap kelurahan untuk memiliki unit pengolahan kompos mandiri bagi warganya. Selain itu, petugas kebersihan secara rutin memberikan pelatihan pembuatan pupuk organik dari sisa makanan kepada kelompok ibu rumah tangga. Dengan demikian, volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir akan berkurang secara signifikan setiap bulannya.
Baca Juga:WCD Tomohon Usul Batasi Plastik Sekali Pakai
![]()
Dinas Lingkungan Hidup kini tengah mengoptimalkan fungsi bank sampah agar memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat lokal. Oleh sebab itu, warga yang menyetorkan sampah anorganik akan mendapatkan poin yang bisa mereka tukarkan dengan kebutuhan pokok. Langkah ini membuktikan keseriusan Tomohon dalam mengintegrasikan kepedulian lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
“Kami ingin menjadikan Tomohon sebagai barometer kota bersih di Sulawesi Utara melalui program berkelanjutan ini. Sebab, lingkungan yang bersih adalah aset terbesar kita untuk menarik wisatawan mancanegara maupun domestik,” ujar perwakilan Pemkot Tomohon.
Harapan bagi Masa Depan Lingkungan
Pada akhirnya, komitmen Zero Waste ini akan menyelamatkan sumber daya alam Tomohon dari ancaman pencemaran limbah plastik. Hasilnya, kualitas air dan udara di kaki Gunung Lokon akan tetap terjaga untuk generasi mendatang. Pada akhirnya, sinergi antara pemerintah dan masyarakat akan mewujudkan visi Tomohon sebagai kota hijau yang membanggakan.
Pemkot mengajak seluruh pelaku usaha perhotelan dan restoran untuk mendukung gerakan ini dengan menyediakan fasilitas ramah lingkungan. Sebab, dukungan dari sektor swasta sangat menentukan keberhasilan transformasi Tomohon menuju kota tanpa sampah di masa depan.





