,

WCD Tomohon Usul Batasi Plastik Sekali Pakai

oleh -40 Dilihat

TOMOHON Komunitas World Cleanup Day (WCD) Tomohon secara resmi mengusulkan regulasi pembatasan plastik sekali pakai kepada pemerintah kota setempat. Langkah ini bertujuan untuk menekan volume sampah plastik yang kian meningkat dan mengancam ekosistem lingkungan di Kota Bunga. Oleh karena itu, usulan ini menjadi dorongan nyata bagi otoritas terkait guna mempercepat terbitnya aturan pelarangan kantong plastik di pusat perbelanjaan maupun pasar tradisional.

Pihak WCD menilai bahwa kesadaran masyarakat dalam memilah sampah masih memerlukan dukungan payung hukum yang tegas. Hasilnya, pembatasan ini akan memaksa pola konsumsi warga berubah menuju gaya hidup yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Transformasi Menuju Kota Hijau

Relawan WCD menekankan bahwa sampah plastik sekali pakai memerlukan waktu ratusan tahun untuk terurai secara alami. Selain itu, mereka mengajak pelaku usaha untuk mulai menyediakan kantong belanja ramah lingkungan sebagai pengganti plastik. Dengan demikian, sinergi antara pemerintah, pedagang, dan konsumen akan menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih bersih dan sehat bagi generasi mendatang.

WCD juga mendorong pemerintah kota untuk memperbanyak fasilitas tempat sampah tematik di ruang publik guna memudahkan proses daur ulang. Oleh sebab itu, edukasi berkelanjutan kepada para siswa di sekolah menjadi agenda penting yang harus berjalan beriringan dengan regulasi tersebut. Langkah ini menunjukkan dedikasi komunitas dalam menjaga keaslian alam Tomohon dari ancaman pencemaran zat kimia berbahaya.

“Kami ingin Tomohon menjadi pelopor kota bebas plastik di Sulawesi Utara. Sebab, keindahan alam daerah ini merupakan aset berharga yang wajib kita lindungi bersama secara kolektif,” ujar perwakilan WCD Tomohon.

Baca Juga:Tomohon Gelar Workshop Zero Waste Lifestyle

Lebih dari 600kg sampah berhasil dikumpulkan saat WCD digelar di Tomohon

Selain fokus pada regulasi, WCD terus mengampanyekan penggunaan botol minum isi ulang di kalangan anak muda. Bahkan, mereka sering menggelar aksi bersih-bersih di area wisata untuk memberikan contoh nyata kepada para pelancong. Oleh karena itu, perubahan kecil dari setiap individu akan memberikan dampak besar bagi kelangsungan hidup ekosistem hayati di sekitar pegunungan.

Pemerintah Kota Tomohon menyambut baik aspirasi tersebut dan berjanji akan mengkaji draf aturan terkait dalam waktu dekat. Dengan begitu, kebijakan yang lahir nantinya dapat mengakomodasi kepentingan lingkungan tanpa memberatkan sektor ekonomi kerakyatan. Masyarakat berharap langkah ini segera terwujud demi terciptanya wajah kota yang asri dan bebas dari tumpukan sampah plastik.

Harapan bagi Masa Depan Lingkungan Tomohon

Pada akhirnya, keberhasilan pembatasan plastik sekali pakai akan meningkatkan citra Tomohon sebagai destinasi wisata hijau yang berkualitas. Hasilnya, kenyamanan wisatawan akan meningkat seiring dengan terjaganya kebersihan di setiap sudut kota dan area publik. Pada akhirnya, Tomohon akan tumbuh menjadi kota yang mandiri dalam mengelola sampah secara mandiri dan inovatif.

WCD mengajak seluruh elemen warga untuk mulai membawa tas belanja sendiri saat bepergian ke luar rumah. Sebab, kepedulian masyarakat merupakan kunci utama dalam memenangkan perang melawan polusi plastik di era modern in

Shoppe Mall

No More Posts Available.

No more pages to load.